Ketrampilan Bahasa Arab

8 Januari 2010

Dalam bahasa Arab terdapat empat keterampilan dasar berbahasa yaitu menyimak [mahārat istimā'], berbicara [mahārat kalām], menulis [mahārat kitābat], dan membaca [mahārat qirā'at]. Menyimak dan berbicara adalah dua ketrampilan yang berkaitan dengan penggunaan bahasa Arab dalam ranah lisan sedangkan membaca dan menulis adalah dua ketrampilan yang berkaitan dengan penggunaan bahasa Arab dalam ranah tulisan.

Mengamati perilaku pengguna Bahasa Arab dalam proses memperoleh ketampilan berbahasa, secara umum, dapat diurutkan sebagai berikut:

[1] Ketrampilan Menyimak [Mahārat Istimā']
Merupakan suatu proses mendengarkan bahasa lisan dengan perhatian, pemahaman dan apresiatif. Keterampilan ini adalah kegiatan yang paling awal dilakukan oleh manusia, dalam semua bahasa, dalam proses memperoleh ketrampilan berbahasa. Anak kecil sebelum memiliki ketrampilan berbicara dengan bahasa tertentu ia memulai proses memperoleh ketrampilan berbahasanya dengan menyimak; mendengarkan pembicaraan orang-orang di sekitarnya. Dari proses ini ia memperoleh ketrampilan berbahasa selanjutnya, yaitu berbicara.

[2] Ketrampilan Berbicara [Mahārat Kalām]
Merupakan suatu proses penyampaian pesan dari sumber kepada penerima melalui media bahasa. Ketrampilan ini adalah buah dari ketrampilan menyimak yang terus-menerus, diulang-ulang dan ditirukan. Awalnya adalah proses mendengar, mengulang dan menirukan orang lain berbicara, sebagaimana yang ia simak, dan akhirnya adalah ketrampilan berbicara. Karena itulah anak yang lahir dan tumbuh di tengah-tengah pengguna bahasa Arab akan fasih berbicara bahasa Arab. Kendati anak tersebut belum mengenal baca dan tulis. Ini terjadi karena setiap saat ia mendengar orang-orang disekitarnya berkomunikasi dengan bahasa tersebut, termasuk dengan dirinya.

Itulah makanya setiap orang memiliki bahasa ibu. Pada umumnya anak kecil sudah fasih berbicara dengan bahasa ibunya sebelum terampil membaca dan menulis. Kelak ketika masuk TK ia baru mulai belajar membaca dan menulis. Dan ketika sudah masuk di bangku SD, ia akan belajar ilmu tata bahasa. Begitu seterusnya.

[3] Ketrampilan Membaca [Mahārat Qirā'at]
Dalam proses memperoleh ketrampilan berbahasa, setelah mampu berbicara, pada umumnya seorang anak akan membaca terlebih dulu, baru kemudian menulis. Bukan sebaliknya, menulis kemudian membaca.

Ketrampilan membaca ini berwujud kegiatan memperoleh makna dari berbagai gabungan huruf. Kegiatan ini dimulai dari mengenal lambang bunyi [huruf], kata, ungkapan, frasa, kalimat, dan wacana, serta menghubungkannya dengan bunyi dan maknanya. Secara bertahap proses memperoleh ketrampilan membaca membutuhkan ilmu-ilmu alat bahasa seperti ashwat, nahwu, sharf dan lain-lain.

[4] Ketrampilan Menulis [Mahārat Kitābat]
Merupakan kegiatan menuangkan pikiran, ide, gagasan melalui rangkaian huruf yang menjadi kata yang kemudian disusun menjadi sebuah kalimat yang utuh. Menulis adalah melukiskan lambang-lambang grafis yang menggambarkan suatu bahasa yang dipahami oleh seseorang sehingga orang lain dapat membaca lambang-lambang grafis tersebut. Ketrampilan ini dimulai dari menulis huruf, kata, ungkapan, frasa, kalimat, dan karangan. Sebagaimana ketrampilan membaca, secara bertahap proses memperoleh ketrampilan menulis juga membutuhkan ilmu-ilmu alat bahasa seperti khat, imla, nahwu, sharf dan lain-lain.


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.