Kata dan Jenis-jenisnya

23 Januari 2010

Kata dalam bahasa Arab disebut kalimah. Ia adalah lafal yang tersusun dari beberapa huruf hijaiyah dan mempunyai arti. Jika terdapat lafal yang tersusun dari beberapa huruf hijaiyah namun tidak memiliki arti tidak disebut  kalimah. Namun, terkadang ada kalimah yang hanya terdiri dari satu huruf hijaiyyah saja.

Dalam bahasa Arab, kalimah terbagi dalam tiga [3] jenis. Pertama, ism. Kedua, fi’il. Ketiga, harf. Berikut ini  contoh-contoh kalimah dan penjelasannya:

Penjelasan:

[1] Ism
Secara bahasa ism berarti nama. Dalam kaidah bahasa Arab, ism difahami sebagai kalimah yang digunakan untuk menamai sesuatu, apa pun sesuatu tersebut baik abstrak maupun konkrit.

Biasanya untuk menyederhanakan pemahaman, kalimah ism diterjemahkan dalam bahasa indonesia sebagai kata benda. Terjemahan ini kurang tepat karena terlalu menyederhanakan cakupan ism.

[2] Fi’il
Adalah kalimah yang menunjukkan terjadinya suatu pekerjaan dalam waktu tertentu [telah, sedang, akan]. Guna menyederhanakan pemehaman, biasanya fi’il diterjemahkan dalam bahasa Indonesia sebagai kata kerja. Perlu diingat bahwa semua kalimah fi’il selalu mempunyai penjelasan waktu terjadinya baik itu telah, sedang, atau akan.

Bila terdapat kalimah dengan arti pekerjaan namun tidak ada penjelasan waktunya, ia tentulah bukan fi’il. Sebagai penjelas, perhatikan dua contoh kalimat [dalam bahasa Indonesia] berikut ini:

  1. Saya sedang berdiri. [berdiri pada kalimat ini adalah fi'il karena ada kaitan dengan waktu]
  2. Berdiri itu memelahkan. [berdiri pada kalimat ini bukan fi'il karena tidak ada penjelasan waktunya, meskipun memiliki arti kerja]

[3] Harf
Harf bukan ism dan juga bukan fi’il. Ia adalah kalimah yang artinya belum jelas kecuali bila tersusun bersama-sama dengan kalimah yang lain.  Bukan berarti  kalimah harf tidak memiliki arti. Jenis kalimah ini sudah memiliki arti, hanya saja artinya akan jelas mana kala ia berada dalam dalam sutau susunan bahasa.

Jenis kalimah ini mirip dengan preposisi dalam bahasa Inggris. Maaf, Sekolah Bahasa Arab belum menemukan padanan kata yang tepat untuk harf dalam bahasa Indonesia.


Komponen Dasar Bahasa Arab

18 Januari 2010

Terdapat tiga komponen penting dalam bahasa Arab yaitu: huruf, kata dan kalimat. Untuk dapat berbahasa Arab secara fasih, seseorang harus menguasai ketiga-tiganya.

Pertama, Huruf
Setiap bahasa memiliki huruf. Ia merupakan komponen terkecil dari suatu bahasa. Karena setiap bahasa tumbuh dengan keunikannya masing-masing, maka setiap bahasa memiliki huruf yang mempunyai ciri khas tersendiri baik dari cara pengucapannya maupun lambang penulisannya. Huruf yang digunakan oleh bahasa Arab adalah huruf hijaiyah. Jumlahnya ada 28 huruf.

Untuk mengetahui dan menghafal nama-nama huruf ini, Sekolah Bahasa Arab telah menyampaikan tutorial dalam kolom anak-anak. Lebih lanjut klik di sini.

Penguasaan terhadap huruf hijaiyah bukan sekedar dengan mengenal namanya. Dalam ragam lisan, dibutuhkan penguasaan makharijul huruf [membunyikan: mengeluarkan huruf dari tempat keluarnya]. Dalam ragam tulisan, dibutuhkan penguasaan menulis huruf per huruf dengan cara penulisan yang benar.

Untuk latihan makharijul huruf, Sekolah Bahasa Arab telah menyampaikan tutorial dalam ragam lisan. Lebih lanjut klik di sini. Untuk latihan menulis, Sekolah Bahasa Arab telah menyampaikan tutorial dalam ragam tulis. Lebih lanjut klik di sini.

Kedua, Kata
Dalam bahasa Arab istilah kata, disebut dengan kalimah. Lazimnya, diartikan sebagai lafal yang tersusun dari beberapa huruf hijaiyah. Walau pun kerapkali dimaknai sebagai susunan dari beberapa huruf, namun terdapat beberapa kalimah yang hanya terdiri dari satu huruf hijaiyah saja, misalnya wawu yang berarti ‘dan’ pada ungkapan wallaahu a’lam [dan Allah yang paling tahu], atau wawu yang berarti ‘sumpah’ pada ungkapan wallaahi [demi Allah].

Penguasaan komponen ini, dalam ragam lisan, menuntut adanya penguasaan beberapa hal seperti kemampuan membedakan ‘al’ qamariyah dan ‘al’ syamsiyah, membedakan ta’ maftuhah dan ta’ marbuthah, dll.

Sedangkan dalam ragam tulisan menuntut adanya penguasaan cara menulis kalimah dalam bentuk menyambung huruf hijaiyah secara benar. Perlu diketahui, bahwa huruf-huruf hijaiyah memiliki bentuknya sendiri-sendiri dalam sebuah susunan, tergantung apakah ia berada di depan, di tengah, atau di akhir sebuah kalimah.

Untuk latihan menyambung huruf, Sekolah Bahasa Arab telah menyampaikan tutorial dalam ragam tulis. Lebih lanjut klik di sini.

Ketiga, Kalimat
Dalam bahasa Arab istilah kalimat, disebut dengan jumlah. Merupakan susunan dari beberapa kata [baca: kalimat dalam bahasa Arab] yang melahirkan makna atau pesan baru yang sempurna. Penguasaan komponen ini, baik dalam ragam lisan maupun tulisan, sangat tergantung pada penguasan tatabahasa [qawaid luqhawiyah]


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.